LPJ KETUA HMSP 2004-2006

February 4th, 2007 by hmspugm

dan tak ada yang lebih sulit dapat dipahami daripada si manusia…jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam mata elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari dewa, pendengaranmu dapat menangkap musik dan ratap tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput (Pramoedya Ananta Toer)

Awal aksara

Ada suatu yang menarik ketika kita berujar tentang usia. Usia bisa jadi melukiskan sebuah perjalanan atau sebuah penantian. Usiapun tak menjadikan diri kita menjadi arif (bijaksana); namun hadirnya bersifat kontingen, ada begitu saja. Entah, kita sempat mengaca atau belajar darinya. Dan usia dua tahun bukanlah masa yang panjang untuk mencukupkan rembihnya peluh atau terwujudnya sebuah keinginan; sebab waktu masih terus berjalan. Entah kita menyadarinya atau tidak. Terkadang waktu meningkahi kita di sela senggang. Begitu tersadar, kita dikhianatinya. Dan kita belum merubah apa-apa. Begitupun juga manusia.

Entah, pemimpin terlahir atau tercipta. Lantas, kita tidak begitu saja menuding para psikolog yang berharap menciptakan salah satunya. Atau kita menunjuk para filsuf yang berujar bahwa eksistensi seorang pemimpin mendahului esensinya; lalu kita mendefinisikannya. Seorang pemimpin terlahir kapan saja. Dan waktulah yang kemudian menempanya. Antara dedikasi dan tanggungjawab, mana yang ia pilih? Apakah setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya? Kita sendiri yang akan menjawabnya. Yang kita perlukan dalam diri seorang pemimpin hanyalah sedikit pemahaman terhadap keinginan orang lain, lalu mewujudkannya sama-sama.

Dedikasi dan tanggungjawab dalam konsep organisasi mesti menjanjikan berpundi materi; sebab kita mesti berpikir adanya konsep menerima-memberi. Paradigma seperti ini akhirnya mesti mati. Oleh karena organisasi ini bersifat komunal, kinerjanya mengandaikan prinsip kerjasama untuk mencapai suatu tujuan. Setiap orang mengemban amanah atau tanggungjawab. Hubungan baik antarsesama merujuk sebuah kerendahhatian ego dan id-nya. Dan dedikasipun ikut bergayut padanya. Konsep ini kemudian ditengahi oleh perolehan ilmu dan pengalaman yang bersifat abstrak.

Lain halnya dengan konsep organisasi yang bersifat profesional. Materi hanyalah seklumit kontraprestasi atas apa yang kita lakukan. Bisakah organisasi komunal berubah menjadi organisasi profesional? Bisakah organisasi yang berlandaskan dedikasi, tanggungjawab, dan segala terma omong kosong tersebut mengacu pada konsep memberi-menerima? Waktu lagi yang akan menjawabnya. Apakah materi itu seperti slilit yang terselip di sela gigi? Dan hanya kita sendiri yang merasainya? Ilmu dan pengalamanpun akhirnya seperti setitik cahaya bagi orang buta. Apakah setelah selesai nanti, titik cahaya itu bisa menuntun kita menatap dunia (nyata)? Entah. Pertanyaan tersebut kemudian menggiring pada pilihan: organisasi komunal, profesional, atau gabungan di antara keduanya. Setiap pilihan dilandasi oleh tanggungjawab. Akhirnya, semua konsep tadi hanya berwujud slogan jika pilihan tak dipilih atau hanya berdiam sehening-hening arca.

Seorang pemimpin tidak berada pada suatu jenjang hierarkis paling tinggi di antara subjek-subjek lain. Ia hanya berfungsi sebagai fasilitator dan bukan sebagai patron yang memerintah sekehendak hati dan duduk ongkang-ongkang kaki. Inisiatif dari subyek lain kemudian memegang peran kunci sebagai pembuka jalan atau penunjuk harapan. Secara fungsional seorang pemimpin bersifat fleksibel terhadap sesuatu yang mengikatnya; secara struktural ia mesti bertanggungjawab atas kepemimpinannya. Seorang pemimpin diibaratkan sebagai penunjuk jalan, lalu secara bersamaan semua berpegang tangan guna menghindari tubir yang berada di depan, samping atau belakang. Semua akhirnya memosisikan dirinya sebagai subyek perubah atas obyek yang ingin dikenal atau dihindarinya. Akhirnya, ia tidak berada paling depan atau di belakang; namun ia dan kesemuanya berjalan beriringan.

Pelbagai kegiatan yang kita gagas hanya berwujud sebuah pemantik api. Kegiatan yang kita binapun hanya seputar itu-itu saja; walaupun ada beberapa yang digolongkan masih baru (lihat daftar). Kegiatan tersebut merupakan kesetiaan kita atas usaha-usaha yang telah dirintis para pengurus HMSP terdahulu; guna merekatkan emosi antarmahasiswa, mahasiswa-dosen, mahasiswa-alumni dan mahasiswa-dosen-alumni.

Kegiatan yang kita gagas masih bertahan pada bidang studi yang sedang kita geluti (lihat daftar); namun kesemuanya kemudian masih perlu dimaknai kembali: berguna, tidak berguna, atau hanya sebuah keisengan belaka.

Ada juga beberapa kegiatan yang mengandaikan sebuah bentuk lain pembelajaran di luar kelas. Hadirnya perlu dirawat dan disirami; bahkan, jika kesempatan masih ada, perlu dibentuk lagi kegiatan serupa atau baru sebagai salah satu alternatif penerapan ilmu di luar kelas. Kegiatan yang telaksanapun menghasilkan apa yang kita sebut pemimpin-pemimpin tadi; namun waktulah yang akan menempanya. Konsep kepemimpinan akhirnya tak berujung di jam terakhir pelatihan, lembar terakhir buku atau skripsi; namun ia bersemayam pada kehidupan sehari-hari, hal remeh, maupun hal-hal lain yang luput dari pandangan kasat kita, gempa misalnya.

Kerikil-kerikil tajam

HMSP-Mahasiswa

  1. Langkanya inisiatif mahasiswa dalam merancang atau menggagas sebuah kegiatan
  2. Minimnya partisipasi mahasiswa dalam sebuah kegiatan yang terselenggara
  3. Masih terbentuk kelas-kelas sosial dalam setiap angkatan maupun program studi
  4. Masih terbentuknya paradigma kuliah-pulang-kuliah
  5. Adanya kejengahan dalam diri mahasiswa ketika mengungkapkan suatu pendapat ataupun opini

Mahasiswa-HMSP

  1. Kurangnya informasi yang berasal dari luar sampai kepada mahasiswa
  2. Adanya perbedaan kelas sosial dalam penyelenggaraan beberapa kegiatan
  3. Masih adanya jurang pemisah antara senior dan junior
  4. Kurangnya kegiatan yang bersifat menghibur
  5. Kurangnya kegiatan yang menyatukan semua mahasiswa

HMSP-Jurusan

  1. Minimnya dukungan moril maupun materil dalam setiap kegiatan
  2. Kurangnya partisipasi dosen dalam setiap kegiatan
  3. Minimnya posisi tawar mahasiswa dalam setiap keputusan
  4. Adanya hambatan birokrasi dalam setiap kegiatan
  5. Langkanya pemanfaatan sarana maupun prasarana milik jurusan

Jurusan-HMSP

  1. Minimnya kerjasama antara HMSP dan jurusan
  2. Adanya silang-pendapat yang bersifat obyektif maupun subyektif
  3. Adanya kesalahpahaman dalam pemanfaatan sarana dan prasarana jurusan
  4. Adanya mahasiswa yang bersikap kritis; namun dalam studinya berujar sebaliknya
  5. Adanya sebuah sikap perlawanan; oleh karena itu mesti dijinakkan

Pelita

·        Perlu digagas kembali budaya membaca dan menulis di kalangan mahasiswa dalam bentuk sebuah media teks maupun hiperteks: Buletin, Blog, Web Site maupun Mailing List (poin nomor 5 untuk HMSP-mahasiswa dan poin 1 mahasiswa-HMSP).

·        Perlu digagas pelatihan jurnalistik yang berfokus pada produk maupun isi: pelatihan jurnalistik selama beberapa hari dan menghadirkan para praktisi. Hasil akhirnya kemudian diterbitkan dalam bentuk buletin atau hiperteks (blog) (poin nomor 5 untuk HMSP-mahasiswa dan poin 1 mahasiswa-HMSP).

·        Mesti dibentuk kembali kegiatan yang bisa merekatkan emosi HMSP-mahasiswa: piknik bersama, nonton film bersama, acara memasak masakan Prancis-Indonesia, dsb (poin nomor 2, 3 HMSP-mahsiswa dan poin 2, 3, 4, 5 mahasiswa-HMSP).

·        Perlu dibentuk kembali kesadaran dalam diri mahasiswa atas dunia kerja melalui kegiatan: sarasehan alumni yang bertema seputar dunia kerja atau diskusi melalui Mailing List (poin nomor 1, 4, 5 HMSP-mahasiswa dan poin 1 mahasiswa-HMSP.

·        Perlu dibentuk kembali jaringan mahasiswa alumni untuk merekatkan kembali emosi mahasiswa-dosen-alumni: friendster, blog, maupun Mailing List (poin nomor 1, 4, 5 HMSP-mahasiswa dan poin 1 mahasiswa-HMSP.

·        Perlu diadakan kembali Forum Mahasiswa-Dosen yang kedua (poin nomor 1 sampai 5 HMSP-Jurusan dan poin nomor 1 sampai 5 Jurusan-HMSP).

Jejak kaki

Pelbagai kegiatan telah terdokumentasi dengan sebaik-baiknya. Tujuannya kemudian hanyalah suatu upaya untuk tidak mengenangkan kembali (bernostalgia) atas peristiwa yang telah lewat; namun sebaliknya, nostalgialah yang menjadikan kita ada sekaligus tiada. Berikut daftarnya:

  1. L’Ésprit de Mai (Foto)

  2. La Soirée de Français (DVD dan VCD Musikalisasi Puisi)

  3. Buletin “Avant-Garde (4 edisi dari 6 edisi yang tercetak)

  4. Musyawarah Nasional IMASPI (VCD dan DVD)

  5. Hari Keluarga besar HMSP dan alumni (Foto)

  6. CD Multimedia “Que Sais-je” (VCD dan DVD)

  7. Suksesi HMSP 2006 (VCD dan DVD)

Akhir aksara

Laporan Pertanggungjawaban yang tersusun ini hanya berujar apa adanya. Juga, laporan ini mudah-mudahan bermanfaat bagi mereka yang meneruskan tongkat estafet kepengurusan HMSP ke depan. Dan harapannya tidak ada orang yang merasa kehilangan ataupun tersinggung karenanya. Sebab amanah dan dedikasi hanyalah sebuah penghayatan kita atas nilai-nilai maupun dogma yang kita percaya. Yang kita anut tadi tidaklah bersifat ajeg; namun bisa dimaknai kembali sesuai konsep ruang-waktu yang penuh paradoks dan berlimpah teka-teki.

Akhirnya, terimakasih mesti terucap pada pengurus-pengurus HMSP atas dedikasi dan tanggungjawabnya. Juga, ungkapan gembira tertujukan pada seluruh mahasiswa studi Prancis atas dukungan dan kesetiaannya. Tanpa kesemua elemen tersebut, seluruh kegiatan mustahil terlaksana. Dengannya, makna persahabatan, kerjasama, dedikasi, dan tanggungjawab akhirnya tersingkap sudah. Segala salah maupun alpa, kita simpan saja dalam hati. Dan suatu saat kita kenangkan saja, lalu lupakan kembali. Barangkali, segala yang kita lalui tidak menjadikan kita bijaksana; namun hanya menumbuhkan kesadaran: waktu memang telah dan masih ada. Ia telah menikam kita. Dan kita mesti berbahagia.

Ketua HMSP demisioner

LAPORAN KEGIATAN 2004-2006

February 4th, 2007 by hmspugm

Nama Kegiatan

Tanggal

Keterangan

Forum Mahasiswa-Dosen Jurusan Sastra Roman

7 Mei 2005

Wacana: Hubungan Jurusan-HMSP, dosen-mahasiswa, dan tes DELF kolektif

“L’Ésprit de Mai”

  • Diskusi: “Refleksi pemberontakan mahasiswa Mei 1968 di Prancis terhadap gerakan mahasiswa Indonesia kekinian”

Ø Pembicara:

Dr. Haryatmoko

Dr. HaritiSastriyani

Drs.DavidWinarto    

Christelle Edon

Ø Moderator:

Ketua HMSP

  • Pemutaran film dokumentasi “Petits matins et grands soirs”

  • Pameran foto peristiwa Mei 1968 dan Mei 1998 (divisi fotografi dan Bedjo Mulyo)

  • Seni instalasi (Terjal)

  • Malam seni-budaya (Sastra Budaya)

  • Orasi Budaya oleh Ari Sudjito (dosen FISIPOL)

23-25 Mei 2005

Kerjasama dengan BSO: Dian Budaya,Terjal, Sastra Budaya, Saskine, Bedjo Mulyo

“La Soirée de Français”

Malam musikalisasi puisi Prancis-Indonesia HMSP dan teater “Terjal” , pemutaran film Prancis

Malam seni budaya

3-5 Maret 2005

Kerjasama dengan teater “Terjal” dan BSO Sastra Budaya

Club de Français

Setiap Jum’at atau Sabtu

Penutur asing: Mme. Catherine (bulan Maret-April 2006)

Bulan Desember 2004-Maret 2005: 3 kali

Bulan November 2005: tanggal 26

Bulan Desember 2005: tanggal 3

Bulan Maret-April 2006 4 kali: tanggal 18 Maret dan 1, 15, dan 22 April

Penyebaran angket pertama

Mei 2005

Isu: seputar jurusan, HMSP dan mahasiswa

Telah terkumpul sebanyak 50 responden yang terdiri dari mahasiswa D3 dan S1

Penyebaran angket kedua

Februari 2006

Isu: seputar penambahan materi

Responden dari mahasiswa S1 angkatan 2004 dan 2005.

S1 2004 : 13 orang

S1 2005 : 3 orang

Rekapitulasi buku-buku perpustakaan

Mei-September 2004

Mekanisme peminjaman, pengembalian, dsb

Pembuatan jaket HMSP

Agustus sampai Desember 2004

Disain melalui sayembara

Pembuatan account Mailing List dan Friendster

Januari 2005

E-mail

hmspyogya@linuxmail.org

Friendster

HMSP

Mailing List

prancisugm@yahoogroups.com

Buletin Avant Garde

  • Edisi Perdana

  • Edisi Kampung Budaya

  • Edisi bulan Ramadhan

  • Edisi “La Soirée de Français”

  • Edisi Malam keakraban

September 2004

September 2004

Oktober 2004

Maret 2005

September 2005

Harga peredisi @Rp 500,00

Musyawarah Nasional Ikatan Mahasiswa Studi Prancis se-Indonesia

15-19 Agustus 2005

Peserta tetap: UI, UNY, UNPAD, UNHAS, UNIMA, UNILA

Peserta undangan:

UPI, UNNES, UNJ

Hari keluarga besar mahasiswa studi Prancis dan temu alumni

Oktober 2004

September 2005

Mengundang dua orang alumni: mbak Ariyani dan mas Giovanni

Produksi CD Multimedia

“Que Sais-Je?”

untuk seluruh mahasiswa, dosen dan alumni studi Prancis

Januari-April 2006

Satu paket berisi 2 buah CD untuk seluruh mahasiswa, dosen, alumni sastra Roman, dan pihak terkait. CD bersifat gratis, open-source, dan open-distributable.

Suksesi HMSP 2006

April 2006

Acara: pemilihan Ketua HMSP dan Musyawarah Anggota.

Ketua HMSP terpilih untuk periode 2006-2007: Rasyid Nurul Hakim

LPJ SEKRETARIS

February 4th, 2007 by hmspugm

Assalamu’alaikum wr.wb.

Dalam sebuah kepengurusan organisasi diperlukan adanya ketertiban administrasi untuk menunjang kelancaran jalannya organisasi tersebut. Pencatatan surat – surat keluar, pelaksanaan dan pencatatan hasil pertemuan merupakan tugas pokok anggota bidang keskretariatan disamping juga bertugas mendampingi atau mewakili ketua dalam setiap urusan baik urusan internal maupuneksternal.

Pada masa jabatan periode ini, sebagai sekretaris, sebagian besar tugas pokok telah dilaksanakan dengan baik. Diantaranya :

  1. Penyelenggaraan pertemuan rutin kepengurusan (minimal 1 bulan sekali) Pertemuan rutin anggota yang sesuai dengan kesepakatan bersama dilaksanakan minimal 1 kali dalam sebulan merupakan forum kepengurusan yang bertujuan untuk memberikan dan melaporkan program kerja serta membicarakan hal – hal atau kegiatan – kegiatan yang bersifat insidentil.Pelaksanaan pertemuan rutin dapat berubah setiap semester sesuai dengan kesepakatan bersama, dengan menggunakan ruang loker HMSP.
  2. Pencatatan serta pengagendaan hasil – hasil pertemuan penurus.Pencatatan serta pengagendaan hasil pertemuan ini bertujuan untuk mendokumentasikan segala keputusa pertemuan pengurus baik pertemuan rutin maupun pertemuan isidentil. Hasil pertemuan pengurus ini dicatat dalam buku hasil rapat yang dipegang oleh sekretaris.

  1. Pencatatan dan pengagendaan  surat– surat masuk dan keluar Pencatatan dan pengagendaan surat – surat masuk dan keluar, bertujuan untuk mengedalikan keluar  masuknya surat dari atau untuk organisasi. Hal – hal yang dicatat pada pengagendaan surat – suratmasuk :
    1. Nomor surat
    2. Tanggal Surat
    3. Asal Surat
    4. Tujuan Surat (undangan, pemberitahuan, dll)

Sedangkan untuk surat keluar kami membuat aturan penomoran sebagai berikut :

Contoh : 23/HMSP/XII/2003

            Artinya :

23                                        : Merupakan nomor surat, dalam contoh menandakan surat ke – 23

HMSP             : Nama Organisasi Himpunan Mahasiswa Studi Prancis

XII                  : Bulan pembuatan surat, dalam contoh menandakan bulan ke – 12

2003                                : Tahun pembuatan surat, dalam contoh menandakan tahun 2003

Demikian penomoran surat keluar yang kami tetapkan agar lebih memudahkan kinerja berorganisasi kami. Namun demikian, dalam perjalanan kepengurusan tak selamanya kami dapat melaksanakan tugas – tugas keorganisasian, adanya kendala – kendala dalam keorganisasian adalah hal yang wajar, adapun kendala – kendala yang kami hadapi :

1. Penyelenggaraan pertemuan rutin kepengurusan

Pertemuan rutin kepengurusan yang semula dijadwalkan satu kali dalam satu bulan, pada semester pertama kepengurusan, dapat dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan. Hal tersebut dikarenakan masih adanya kesepakatan waktu antara anggota rapat serta didukung oleh keinginan keras untuk memajukan organisasi ini dengan memperkuat komunikasi antar pengurus. Kemudian, pada semester berikutnya terdapat kendala yang sangat mendasar yaitu adanya ketidaksepakatan waktu yang dapat mempertemukan seluruh pengurs pada sebuah forum. Hal tersebut disebabkan karena bervariasinya jam kuliah serta kesibukan lain yang dimiliki oleh tiap – tiap pengurus, sehingga semakin menyurutkan pengurus – pengurus yang dapat hadir dalam pertemuan berikutnya.

2. Pencatatan dan pangagendaan surat masuk dan surat keluar.

Adanya ketidaklengkapan dalam pengagendaan, terutama surat– suratmasuk. Hal tersebut disebabkan karena adanya surat– surat yang langsung didisposisikan kepada ketua bidang atau utusan yang ditunjuk secara langsung. Dengan demikian, begitu surat diterima belum melalui tahap pencatatan atau pengagendaan sekretaris, sudah langsung bdiberikan kepada utusan. Maka, surat tersebut seringkali tidak dikembalikan atau dilaporkan kepada sekretaris hingga hilang atau terlupa.

3. Pendistribusian Undangan Pertemuan

Dalam pendistribusian undangan peremuan baik pertemuan rutin maupun pertemuan kondisional, terdapat ketidakefektifan, yang semula kami mengharapkan dengan adanya undangan secara tertulis akan lebih menghormati dan mengikat untuk menghadiri pertemuan tersebut, namun demikian karena adanya kemajemukan jadwal kuliah dari 2 prodi (S1 dan D3) yang berpengaruh pada intensitas pertemuan, maka pendistribusian tersebut dirasa kurang efektif baik waktu maupun materi (dalam hal ini berupa kertas dan penggandaan undangan) sehingga pada akhirnya kami melakukan penginformasian pertemuan melalui sms atau telepon.

Dari beberapa uraian kendala diatas, kami sebgai pengurus lama memberikan saran guna memperbaiki kinerja dan sebagai bank pengalaman untuk kepengurusan berikutnya:

1.       Penetapan jadwal pertemuan pengurus sebaiknya dilakukan pada hari libur (Sabtu/Minggu) agar dapat lebih leluasa baik dalam hal waktu serta durasi pertemuan

2.       Surat – suratyang masuk ke organisasi sebaiknya dilaporkan dahulu kepada ketua, atau minimal sekretaris guna pencatatan dan pengagendaan sehingga dapat tercipta tertib administrasi. Atau jika dalam kondisi dan keadaaan yang memaksa sehingga surat belum dapat dicatat, agar surat dapat dijaga hingga sampai ke tangan sekretaris atau ketua.

3.       Pendistribusian undangan pertemuan, sekalipun keberadaan undangan secara tertulis dirasa lebih formal, sopan dan pantas, namun dengan adanya keterbatasan waktu dan demi keefektifan, lebih baik jika memanfaatkan teknologi digital baik telepon maupun sms sehingga informasi lebih cepat didistribusikan tanpa harus membuang – buang banyak waktu dan materi.

4.       Penumbuhan kesadaran berorganisasi kepada segenap anggota HMSP agar dapat mempergunakan HMSP sebagai wadah beraktifitas dan berkreasi serta berorganisasi di lingkungan kampus. Pengaktifan anggota – anggota yang pasif dapat dilakukan secara persuasif dari pihak pengurus.

Demikian laporan pertanggungjawaban kami sebagai sekretaris, semoga apa yang kami lakukan selama periode kepengurusan kami ini dapat bermanfaat baik untuk diri kami sendiri dan untukseluruh anggota HMSP. Harapan kami sebagi pengurus lama kepada pengurus yang akan datang agar dapat lebih giat lagi dalam mengusahakan kemajuan organisasi agar terus eksis.

Akhirnya hanya doa dan ucapan terima kasih yang sebesar – besarnya yang adapt kami sampaikan kepada segenap pengurus HMSP priode ini atas sumbangan tenaga, pikiran, dan materi yang secara tulus ikhlas telah mendukung HMSP sehingga tetap ada.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

                                                                                                Sekretaris I                                                            Sekretaris II

Yogyakarta, 7 April 2006

Sekar Hayu                                                        Eldina Kusumasteti

LPJ BENDAHARA

February 4th, 2007 by hmspugm

Pendahuluan

Sebagai bendahara HMSP, tugas yang kami emban cukup berat. Karena selain mengurus  arus uang yang masuk, juga bendahara harus mengatur jumlah uang yang keluar. Terkadang ada beberapa hal teknis yang harus diperhatikan, seperti adanya kwitansi atau pembuktian penjualan dalam setiap pembelian barang apapun namanya. Kemudian ada juga permasalahan koordinasi dengan divisi lain, yang seharusnya divisi tersebut menyerahkan pembiayaan kegiatan yang akan dilaksanakannya., namun hal tersebut terlambat untuk dilakukan. Untungnya, hal tersebut dapat diatasi dengan baik.

Selama periode kepengurusan ini ada beberapa sumber dana yang kami tampung. Pertama adalah dari iuran KRS mahasiswa yang besarnya Rp 3.000 per orang. Namun jumlah tersebut masih jauh dari cukup untuk membiayai pembelian sarana maupun prasarana yang ada maupun untuk membiayai kegiatan yang bersifat besar. Sebab sebagian harus dibagi kembali untuk berbagai pos pengeluaran internal maupun eksternal (lihat perincian). Sumber dana kedua adalah dari fakultas untuk membiayai beberapa acara besar, seperti acara diskusi Mei 1968, CD Multimedia, dsb.

Selain itu perhitungan yang kami lakukan berdasarkan jumlah uang yang masuk kemudian masuk ke kolom debet dan penggunaannya masuk ke kolom kredit. Jumlah uang sisa kemudian dimasukkan ke kolom saldo. Urutannya juga telah kami susun sedemikian rupa berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan mengawasi jumlah uang keluar-masuk.

Masalah

ada beberapa masalah yang sering muncul selama periode kepengurusan ini, di antaranya adalah:

·        Kurangnya koordinasi dengan ketua maupun divisi lain, mengingat keterbatasan bendahara sendiri yang hanya berpersonilkan satu orang

·        Kerap adanya kesalahan teknis, seperti kurangnya struk atau kwitansi pembelian, yang mengakibatkan perhitungan agak tersendat. Walaupun hal tersebut ditangani dengan membeli kembali barang serupa, mudah-mudahan tidak terjadi lagi

·        Sering adanya pengeluaran tak terduga pada beberapa acara tertentu, yang mengakibatkan perhitungan dijadikan satu dengan pengeluaran lain.

Saran

·        Perlu ditambahnya personil tambahan untuk seksi bendahara. Jadi personil berjumlah dua orang: bendahara sendiri dan satu orang lagi sebagai wakil yang membantu pembukuan.

·        Agar dalam setiap transaksi disertakan pembuktian atau kwitansi

·        Perlunya dipersiapkan dana taktis ketika ada beberapa acara berlangsung, agar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut tidak menemui kesulitan

Penutup

Semoga laporan yang sederhana ini bermanfaat bagi kepengurusan HMSP selanjutnya. Masalah-masalah yang telah diuraikan agar jangan terulang kembali. Pembukuan selama dua tahun telah kami lampirkan sebagai informasi. Semoga kepengurusan HMSP berikutnya lebih maju lagi. Terimakasih.

Bendahara HMSP

Azanika P.

LPJ KABID I

February 4th, 2007 by hmspugm

PENGANTAR

Segala puji serta syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya kami diberi kesempatan untuk memaparkan apa yang telah kami lakukan sepanjang kepengurusan ini. Laporan ini ingin menjelaskan pelbagai kegiatan yang terlaksana, permasalahan, juga sedikit kritik serta saran.

Sebagai penanggungjawab divisi-divisi yang bersifat akademis, kami telah menyelenggarakan beberapa kegiatan yang dianggap bermanfaat dan perlu. Kegiatan-kegiatan tersebut kemudian kami rancang sedemikian rupa agar tak melenceng jauh dari bidang studi yang kita geluti: penerbitan buletin, percakapan bahasa Prancis rutin, pembuatan account (e-mail, friendster dan mailing list). Harapannya kemudian usaha tersebut dapat memancing kembali inisiatif mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan alternatif yang mampu memompa semangat pembelajaran di luar kelas. 

KEGIATAN-KEGIATAN

  • Penerbitan buletin

Produksi buletin secara rutin dan setiap produksi menghasilkan kurang lebih 200 eksemplar. Penerbitan buletin ini bertujuan untuk menciptakan atmosfer akademis melalui membaca dan menulis.

Buletin Avant Garde

  • Edisi Perdana

  • Edisi Kampung Budaya

  • Edisi bulan Ramadhan

  • Edisi “La Soirée de Français”

  • Edisi Malam keakraban

ü      September 2004

ü      September 2004

ü      Oktober 2004

ü      Maret 2005

ü      September 2005

  • Pembuatan account e-mail, friendster dan mailing-list

Pembuatan account e-mail, friendster dan mailing list. Ide kegiatan ini berawal dari keinginan HMSP untuk merekatkan kembali hubungan emosi dengan mahasiswa, dosen, juga alumni. Harapannya kemudian akan muncul rasa saling berbagi: emosi, pengalaman, dan juga mimpi.

ü      E-mail

hmsp.ugm@gmail.com

ü      Friendster

Akun    : HMSP UGM

E-mail  : hmsp.ugm@gmail.com

ü      Mailing List

Kirim Pesan      : prancisugm@yahoogroups.com

Daftar               : prancisugm-subscribe@yahoogroups.com

Hapus daftar     : prancisugm-unsubscribe@yahoogroups.com

Pengelola          : prancisugm-owner@yahoogroups.com

  • Produksi CD Multimedia “Que Sais-Je?”

Produksi massal kurang lebih 400 CD untuk mahasiswa, dosen, dan alumni. Kegiatan ini berawal dari keinginan untuk mencari alternatif baru dalam pembelajaran bahasa di luar kelas.

CD 1

  • 17 leçons en flash

  • 12 jeux en flash-permainan format flash

  • Logiciels (software-perangkat lunak)

  • Musique

  • Mp3 (karya sastra)

  • Film

CD 2

  • Littérature en pdf (version intégrale)

  • 16 jeux (permainan) en flash

  • 14 films publicité (lucu-lucu ;-))

  • Vidéo discussion École Normale Supérieure (ENS)

  • Formulir beasiswa ambassade de france

  • DELF

  • Texto (kamus sms bahasa prancis), etc

  • E-livres (littérature, linguistique, power point)

·        Club de Français

  • Kegiatan ini bermula dari keinginan untuk mengasah kembali kemampuan berbicara bahasa Prancis. Native speaker yang selama ini bergabung: Madame Catherine dan Monsieur Aurelien.

Club de Français

Setiap Jum’at atau Sabtu

Penutur asing:

Mme. Catherine dan Aurelien

  • Bulan Maret-April 2006

  • Bulan Desember 2004-Maret 2005: 3 kali

  • 26 November 2005

  • 3 Desember 2005

  • 18 Maret, 1 April 2006, 15 April 2006, dan 22 April 2006

  • Berlangganan harian umum “Kompas”

Berlangganan secara harian

surat

kabar “Kompas”. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menggalakkan budaya membaca. Dan diharapkan akan muncul gairah lain: menulis, diskusi, dsb.

PERMASALAHAN

  • Buletin

    1. Kurangnya gairah mahasiswa studi Prancis untuk menulis.

    2. Minimnya dana penerbitan.

    3. Tidak meratanya distribusi buletin.

    4. Minimnya sumber daya manusia.

  • E-mail, Friendster dan Mailing List

    1. Kurangnya perawatan terhadap site yang dimaksud

    2. Minimya sumber daya manusia yang mengetahui seluk beluk teknologi informasi

  • Produksi CD Multimedia

    1. Minimnya dana produksi, sehingga pembagian CD menjadi terhambat

    2. Minimnya sumber daya manusia yang mengetahui seluk beluk teknologi informasi

    3. Kurangnya dukungan moril dari pihak terkait (Jurusan)

    4. Minimnya sumber daya manusia

·        Club de Français

1.      Sulitnya mengatur jadwal kegiatan, sehingga kehadiran partisipan berkurang

2.      Sedikitnya sumber daya manusia yang mengurus kegiatan ini

3.      Ketiadaan sarana maupun prasarana pendukung: TV, LCD, atau laptop

SARAN

  • Buletin

    1. Perlunya diadakan kegiatan pelatihan Jurnalistik secara intensif

    2. Perlunya dicari sumber dana baru untuk menutupi produksi buletin

    3. Perlunya digalakkan kembali budaya menulis di kalangan mahasiswa studi Prancis

  • E-mail, Friendster, dan Mailing List

    1. Perlunya diadakan pelatihan teknologi informasi bekerjasama dengan fakultas lain: Teknik, Ilmu Komputer, dsb

    2. Perlunya dibentuk sumber daya manusia yang paham terhadap teknologi informasi

  • CD Multimedia

    1. Perlunya dibentuk kembali kegiatan serupa atau dalam bentuk lain yang lebih menarik

  • Club de Français

    1. Perlunya disesuaikan waktu kegiatan dengan kesibukan para partisipan

    2. Perlunya dicari bentuk alternatif kegiatan agar mampu menarik lebih banyak partisipan

PENUTUP

Akhirnya kami mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak terkait yang membantu terselenggaranya semua kegiatan ini. Dan kita berharap agar HMSP dapat selangkah lagi lebih maju di kemudian hari. Terimakasih.

Rahmawati Durotul Jannah

LPJ KABID II

February 4th, 2007 by hmspugm

Pendahuluan

Laporan ini menginformasikan kinerja divisi-divisi yang saya pimpin. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan telah kami format sedemikian rupa agar bermanfaat langsung  bagi semua. Sepanjang kepengurusan ini ada pelbagai kegiatan yang mendapat sambutan hangat dari mahasiswa studi Prancis, diskusi dan pameran foto pada acara memperingati pemberontakan mahasiswa Mei 1968 di Prancis pada tanggal 23-25 Mei 2005. Ada juga pemutaran film dan musikalisasi puisi pada acara “La Soirée de Français” , tanggal 3-5 Maret 2005. Ada juga beberapa kegiatan yang sepi peminatnya, seperti kegiatan olah kanuragan dan semacamnya.

Kegiatan-kegiatan di atas memang hanya melanjutkan program yang telah dirancang oleh kepengurusan HMSP sebelumnya, namun kami berusaha mengubah kegiatan yang telah ada menjadi bentuk lain. Dan hasilnya cukup menggembirakan. Pameran fotografi sempat mengikutsertakan kelompok fotografi “Bedjo Mulyo” yang sebagian besar anggotanya mahasiswa Prancis sendiri. Pameran ini sekaligus bagian dari acara diskusi yang mengupas pemberontakan mahasiswa Mei 1968. Walaupun di sana-sini banyak kekurangan, pameran ini cukup mengundang banyak peminat untuk memamerkan karyanya, termasuk salah satu dosen Prancis sendiri.

Khusus divisi olah kanuragan, seni dan budaya kemudian menyelenggarakan kegiatan lain, seperti pertandingan futsal. Berhubung minimnya sumber daya manusia, maka kegiatan ini lalu dibatalkan. Divisi ini mencoba mencari jalan lain untuk menyemarakkan kegiatan HMSP. Lalu diadakanlah malam musikalisasi puisi dan pemutaran film selama dua hari berturut-turut. Malam musikalisasi puisi bekerjasama dengan teater “Terjal” Fakultas Ilmu Budaya”, sedangkan pemutaran film mengupas empat film Prancis. Kegiatan ini kemudian mengikutsertakan teman-teman dari angkatan 2004 sebagai panitia maupun sebagai pengisi acaranya. Walaupun persiapan yang singkat dan sarana seadanya, kegiatan ini berjalan sesuai rencana. Dan kegiatan ini sempat diselingi hujan lebat yang menghambat acara. Acara inipun disemarakkan oleh penampilan tari dari Angga dan Raras, mahasiswa Prancis sendiri.

Pada acara diskusi dan unjuk budaya memperingati pemberontakan mahasiswa Mei 1968 di Prancis, kami bekerjasama dengan Ketua Bidang I yang membawahi bagian penalaran. Khusus diskusi kami delegasikan sepenuhnya kepada Ketua Bidang I. Kegiatan tersebut berjalan tersendat-sendat, seperti masalah birokrasi, minimnya sarana, kurangnya prasarana, maupun sumberdaya manusia itu sendiri, namun hal tersebut tak menyurutkan semangat kami untuk menyukseskan kegiatan ini. Kegiatan yang kami selenggarakan meliputi: pemutaran film “Petits Matins et Grands Soirs”, sebuah film dokumenter tentang pemberontakan Mei 1968 di Prancis, malam orasi budaya yang dikomandoi oleh Ari Sudjito (dosen FISIPOL UGM), dan pameran fotografi. Kegiatan ini memang menyisakan penat dan lelah, namun kami bisa tertawa, dan gembira.

Masalah

  • Kurang solidnya kepengurusan HMSP menyebabkan koordinasi berjalan lambat
  • Kurangnya informasi atas kegiatan terdahulu sehingga kami harus memikirkan kegiatan apa yang akan kami selenggarakan
  • Minimnya sumber daya manusia menyebabkan setiap kegiatan berjalan tersendat
  • Minimnya dukungan materil dari pihak terkait yang menyebabkan pembiayaan harus dipangkas
  • Minimnya sarana dan prasarana pendukung menyebabkan acara terganggu, bahkan hampir tak terlaksana

Saran

  • Supaya kepengurusan ke depan lebih solid agar koordinasi antardivisi dapat berjalan lancar
  • Supaya ada batas wewenang yang jelas agar masing-masing dapat menjalankan tugasnya
  • Supaya mengadakan acara serupa atau berbentuk lain yang lebih menarik agar mengundang mahasiswa untuk terlibat di dalamnya
  • Memperjelas masalah penggunaan sarana dan prasarana kepada pihak terkait: jurusan dan fakultas

Lampiran

“L’Ésprit de Mai”

  • Diskusi: “Refleksi pemberontakan mahasiswa Mei 1968 di Prancis terhadap gerakan mahasiswa

    Indonesia

    kekinian”

Pembicara:

Ø      Dr. Haryatmoko

Ø      Dr. Hariti Sastriyani

Ø      Drs. David Winarto

Ø      Christelle Edon

Moderator:

Ø      Ketua HMSP

  • Pemutaran film dokumentasi “Petits matins et grands soirs”

  • Pameran foto peristiwa Mei 1968 dan Mei 1998 (divisi fotografi dan Bedjo Mulyo)

  • Seni instalasi (Terjal)

  • Malam seni-budaya (Sastra Budaya)

  • Orasi Budaya oleh Ari Sudjito

      (dosen FISIPOL UGM)

Bekerjasama dengan BSO:

  • Dian Budaya
  • Teater “Terjal”
  • Sastra Budaya
  • Saskine
  • Bedjo Mulyo

“La Soirée de Français”

  • Malam musikalisasi puisi Prancis-Indonesia HMSP dan teater “Terjal”
  • pemutaran film Prancis

  • Malam seni budaya

Bekerjasama dengan teater “Terjal” dan BSO Sastra Budaya

Penutup

Semoga uraian singkat di atas dapat memberi semacam pedoman bagi kepengurusan HMSP ke depan. Masalah-masalah yang kami ungkap memang hanya bersifat umum dan bisa diartikan kembali oleh pihak-pihak yang terlibat secara langsung di dalamnya. Akhirnya, dengan segala hormat kami mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan ini. Dan kami juga meminta maaf jika ada salah maupun dosa. Semoga kepengurusan berikutnya lebih baik lagi!

Ketua Bidang II

Rahmat Mustofa

LPJ KABID III

February 4th, 2007 by hmspugm

Pendahuluan

Laporan Pertanggungjawaban berikut disusun sebagai salah satu kewajiban bagi kepengurusan Himpunan Mahasiswa Studi Prancis 2004-2006 (demisioner). Apa yang termaktub di bawah merupakan laporan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kepengurusan Himpunan Mahasiswa Studi Prancis 2004-2006. Di luar formalitas tersebut, Laporan Pertanggungjawaban ini juga dimaksudkan sebagai sarana evaluasi bagi kepengurusan Himpunan Mahasiswa Studi Prancis 2004-2006. Hasil evaluasi tersebut, kemudian, diharapkan untuk dapat menjadi masukan bagi kepengurusan Himpunan Mahasiswa Studi Prancis periode berikutnya (suksesioner).

Sebagai sebuah organisasi resmi, Himpunan Mahasiswa Studi Prancis FIB UGM, memiliki mekanisme penulisan Laporan Pertanggungjawaban sendiri. Model penulisan Laporan Pertanggungjawaban tersebut, di antaranya, terbagi menjadi beberapa jenis di mana salah satunya adalah seperti yang dituliskan di sini. Penulisan Laporan Pertanggungajawaban ini penulis maksudkan sebagai laporan bagi Ketua Seksi Bidang III yang mengomando tiga bidang yaitu Advokasi, Kepustakaan, dan Dana Usaha. Perlu diketahui bahwa apa yang akan penulis laporkan di bawah merupakan laporan kegiatan-kegiatan Seksi Bidang III secara umum, dalam arti, tanpa mencantumkan rekapitulasi penggunaan dana pada kegiatan-kegiatan dimaksud (bagian ini sudah ditangani oleh Bendahara).

Laporan Kegiatan-kegiatan Seksi Bidang III

            Bersamaan dengan pelaksanaan Musyawarah Anggota Himpunan Mahasiswa Studi Prancis FIB UGM, penulis selaku Ketua Seksi Bidang III Himpunan Mahasiswa Studi Prancis FIB UGM 2004-2006, ingin memaparkan Laporan Pertanggungjawaban kegiatan-kegiatan selama periode menjabat.

1.         Kegiatan                     : Pemberdayaan perpustakaan HMSP FIB UGM.

            Perincian

a.   Rekapitulasi buku.

                        b.   Penambahan buku.

                        c.   Pembagian kunci.

                        d.   Pengaturan mekanisme peminjaman-pengembalian buku.

                        e.   Operasional peminjaman-pengembalian buku.

            Tempat Pelaksanaan 

Loker HMSP FIB UGM.

            Waktu Pelaksanaan

a.       Kegiatan a, b, c, dan d dilaksanakan pada bulan Mei-September 2004.

b.      Kegiatan e dilaksanakan selama periode kepengurusan.

            Kendala

a.       Kekurangan SDM.

b.      Kekurangan dana.

2.                  Kegiatan

Angket kepada bagi mahasiswa Studi Prancis FIB UGM.

            Perincian

a.       Penyebaran angket kepada 50 mahasiswa Studi Prancis FIB UGM (semua angkatan dan program).

b.      Rekapitulasi angket ke dalam data statistik.

c.       Penerbitan hasil angket ke dalam Buletin “Avant-Garde” HMSP FIB UGM.

            Tempat Pelaksanaan 

Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Waktu Pelaksanaan

Juni 2005

            Kendala

a.       Kegiatan b dan c tidak berlangsung sebagaimana telah direncanakan   karena kurangnya SDM.

b.      Hanya sebagian responden dari 50 mahasiswa mampu mengisi angket secara benar, sebagian lain tidak diisi, tidak dikembalikan, atau diisi tidak sesuai kuesioner yang diajukan.

3.                  Kegiatan

Pencarian dana melalui kegiatan pembuatan jaket.

            Perincian

a.       Penunjukan koordinator pelaksana yaitu saudara Bayu Prasetyo   (S1/2001).         

b.      Sayembara pembuatan desain jaket.

c.       Pembuatan desain jaket.

d.      Pemesanan jaket.

e.       Pembagian jaket.

f.        Laporan keuangan koordinator pelaksana kepada saudari Azanika (Bendahara).

            Tempat Pelaksanaan 

a.       Kegiatan a, b, e, dan f dilaksanakan di Fakultas Ilmu Budaya UGM.

b.      Kegiatan c dilaksanakan di kediaman saudara Taftazani.

c.       Kegiatan e dilakukan di perusahaan konveksi “Kusuma”.

            Waktu Pelaksanaan   : Selama bulan Agustus-Desember 2004.

           Kendala                      :

a.       Kegiatan b tidak berlangsung sebagaimana mestinya karena tidak adanya peminat dalam sayembara pembuatan desain tersebut.

b.      Kegiatan e tidak berlangsung sebagaimana mestinya karena terjadi beberapa kesalahan pada ukuran jaket yang telah dipesan dan  karena adanya oknum mahasiswa yang terlambat melunasi jaket yang telah dipesannya.

4.         Kegiatan                     : Forum dosen-mahasiswa Studi Prancis FIB UGM.

            Perincian

a.       Tanya jawab antara dosen-mahasiswa Studi Prancis FIB UGM.

b.      Penerbitan hasil forum dalam bentuk artikel di Buletin “Avant-Garde” HMSP FIB UGM.

Tempat Pelaksanaan

Fakultas Ilmu Budaya FIB UGM.

Waktu Pelaksanaan

7 Mei 2005

            Kendala

a.       Sekitar 25 orang mahasiswa hadir dalam forum tersebut.

b.      Kegiatan tanya jawab cenderung melebar melampaui topik yang sebelumnya diajukan untuk diangkat.

c.       Posisi HMSP yang awalnya adalah sebagai mediator menjadi tidak jelas karena kegiatan tanya-jawab melebar ke topik-topik lain di luar yang sudah direncanakan.

d.      Kegiatan penerbitan hasil forum dalam bentuk artikel tidak terlaksana baik karena kurangnya SDM.

Penutup

Demikian Laporan Pertanggungjawaban Seksi Bidang III kami susun. Besar kemungkinan bahwa pertanggungjawaban ini akan nampak kurang sempurna di hadapan forum Musyawarah Anggota Himpunan Mahasiswa Studi Prancis FIB UGM. Untuk itu, penulis selaku Ketua Seksi Bidang III yang memimpin dan bertanggungjawab secara langsung, memohon kepada kawan-kawan pengurus dan anggota untuk memberikan masukan semestinya berkaitan dengan revisi Laporan Pertanggungjawaban ini.  `                      

   

Ketua Bidang III HMSP

Abi Al-Irsyad

makrab 2006

September 22nd, 2006 by hmspugm

come n join us at makrab 2006

villa pak gembong kaliurang km 23, 30 sept jam 8 - 10.30

don’t miss it!

PROFIL CALON KETUA HMSP-HAKIM

March 2nd, 2006 by hmspugm

HakimNama lengkap : Rasyid Nurul Hakim

Nama panggilan : Hakim

Angkatan : 2003

Tempat, tanggal,
lahir : Sukoharjo, 9 Mei 1985

Alamat asal : Yogya

Alamat di yogya : Banteng baru, Jl. Adhyaks
II : 48

Pengalaman
berorganisasi : -

Visi dan misi : Biarkan teman-teman
menjadi otaknya dan saya menjadi tangan dan kakinya

PROFIL CALON KETUA HMSP-VIVI

March 2nd, 2006 by hmspugm

ViviNama lengkap : Azanika
Pratikoningtyas

Nama panggilan : Vivi

Angkatan : 2003

Tempat, tanggal,
lahir : Kediri, 17 Februari
1983

Alamat asal : Jl. K.H wahid
Hasyim Bandar kidul : 4

Kediri


Jawa Timur

Alamat di yogya : Jl Palagan tentara
pelajar : 40 Yogya

Pengalaman
berorganisasi : Koordinator malam
keakraban 2004, Komunitas anak film, OSIS SMU SLTP, KASMADA(Keluarga Alumni SMU
2)

Kediri

Visi dan misi : Membangun HMSP
menjadi lebih baik dan membangun mahasiswa yang cerdas, mandiri dan berbudaya